‹
AN 4.192

Ṭhānasutta

Sutta tentang Landasan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.192

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai orang lain. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang empat situasi yang menjadi 'landasan' untuk mengenali kualitas batin seseorang, dan apa saja syarat yang diperlukan agar penilaian kita akurat.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa empat kualitas seseorang—moralitas, kemurnian, ketahanan, dan kebijaksanaan—tidak dapat diketahui secara instan. Masing-masing kualitas tersebut hanya dapat dipahami melalui situasi dan cara tertentu: moralitas melalui hidup bersama, kemurnian melalui pergaulan, ketahanan melalui masa-masa sulit, dan kebijaksanaan melalui diskusi. Sang Buddha menekankan bahwa semua pengenalan ini membutuhkan waktu yang lama, perhatian yang sungguh-sungguh, dan kebijaksanaan dari pihak yang menilai.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.192:6.1

‘Āpadāsu, bhikkhave, thāmo veditabbo, so ca kho dīghena addhunā, na ittaraṁ; manasikarotā, no amanasikarotā; paññavatā, no duppaññenā’ti,

‘Dalam kesulitan, para bhikkhu, ketahanan seseorang dapat diketahui, dan itu memerlukan waktu yang lama, bukan sebentar; dengan memperhatikan, bukan dengan tidak memperhatikan; dengan kebijaksanaan, bukan dengan kebodohan.’

‘You can get to know a person’s resilience in times of trouble. …’

an4.192:6.2

iti kho panetaṁ vuttaṁ. Kiñcetaṁ paṭicca vuttaṁ?

Demikianlah dikatakan. Tetapi mengapa dikatakan demikian?

That’s what I said, but why did I say it?

an4.192:6.3

Idha, bhikkhave, ekacco ñātibyasanena vā phuṭṭho samāno, bhogabyasanena vā phuṭṭho samāno, rogabyasanena vā phuṭṭho samāno na iti paṭisañcikkhati:

Para bhikkhu, ada seseorang yang ditimpa kemalangan keluarga, atau ditimpa kemalangan harta benda, atau ditimpa kemalangan penyakit, tetapi ia tidak merenungkan:

Take someone who experiences loss of family, wealth, or health. But they don’t reflect:

an4.192:6.4

‘tathābhūto kho ayaṁ lokasannivāso tathābhūto ayaṁ attabhāvapaṭilābho yathābhūte lokasannivāse yathābhūte attabhāvapaṭilābhe aṭṭha lokadhammā lokaṁ anuparivattanti loko ca aṭṭha lokadhamme anuparivattati—

‘Kehidupan duniawi memang demikian. Kelahiran kembali memang demikian. Dalam kehidupan duniawi yang demikian dan kelahiran kembali yang demikian, delapan kondisi duniawi mengelilingi dunia, dan dunia mengelilingi delapan kondisi duniawi—

‘Worldly life is like that. Incarnation is like that. That’s why the eight worldly conditions revolve around the world, and the world revolves around the eight worldly conditions:

an4.192:6.5

lābho ca, alābho ca, yaso ca, ayaso ca, nindā ca, pasaṁsā ca, sukhañca, dukkhañcā’ti.

perolehan dan kehilangan, kemasyhuran dan kehinaan, celaan dan pujian, kesenangan dan penderitaan.’

gain and loss, fame and disgrace, blame and praise, pleasure and pain.’

an4.192:6.6

So ñātibyasanena vā phuṭṭho samāno bhogabyasanena vā phuṭṭho samāno rogabyasanena vā phuṭṭho samāno socati kilamati paridevati, urattāḷiṁ kandati, sammohaṁ āpajjati.

Ketika ditimpa kemalangan keluarga, atau ditimpa kemalangan harta benda, atau ditimpa kemalangan penyakit, ia bersedih, merana, meratap, menangis memukul dada, dan jatuh dalam kebingungan.

They sorrow and wail and lament, beating their breast and falling into confusion.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.