Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.192
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai orang lain. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang empat situasi yang menjadi 'landasan' untuk mengenali kualitas batin seseorang, dan apa saja syarat yang diperlukan agar penilaian kita akurat.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa empat kualitas seseorang—moralitas, kemurnian, ketahanan, dan kebijaksanaan—tidak dapat diketahui secara instan. Masing-masing kualitas tersebut hanya dapat dipahami melalui situasi dan cara tertentu: moralitas melalui hidup bersama, kemurnian melalui pergaulan, ketahanan melalui masa-masa sulit, dan kebijaksanaan melalui diskusi. Sang Buddha menekankan bahwa semua pengenalan ini membutuhkan waktu yang lama, perhatian yang sungguh-sungguh, dan kebijaksanaan dari pihak yang menilai.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
‘Āpadāsu, bhikkhave, thāmo veditabbo, so ca kho dīghena addhunā, na ittaraṁ; manasikarotā, no amanasikarotā; paññavatā, no duppaññenā’ti,
‘Dalam kesulitan, para bhikkhu, ketahanan seseorang dapat diketahui, dan itu memerlukan waktu yang lama, bukan sebentar; dengan memperhatikan, bukan dengan tidak memperhatikan; dengan kebijaksanaan, bukan dengan kebodohan.’
‘You can get to know a person’s resilience in times of trouble. …’
Para bhikkhu, ada seseorang yang ditimpa kemalangan keluarga, atau ditimpa kemalangan harta benda, atau ditimpa kemalangan penyakit, tetapi ia tidak merenungkan:
Take someone who experiences loss of family, wealth, or health. But they don’t reflect:
‘tathābhūto kho ayaṁ lokasannivāso tathābhūto ayaṁ attabhāvapaṭilābho yathābhūte lokasannivāse yathābhūte attabhāvapaṭilābhe aṭṭha lokadhammā lokaṁ anuparivattanti loko ca aṭṭha lokadhamme anuparivattati—
‘Kehidupan duniawi memang demikian. Kelahiran kembali memang demikian. Dalam kehidupan duniawi yang demikian dan kelahiran kembali yang demikian, delapan kondisi duniawi mengelilingi dunia, dan dunia mengelilingi delapan kondisi duniawi—
‘Worldly life is like that. Incarnation is like that. That’s why the eight worldly conditions revolve around the world, and the world revolves around the eight worldly conditions:
Ketika ditimpa kemalangan keluarga, atau ditimpa kemalangan harta benda, atau ditimpa kemalangan penyakit, ia bersedih, merana, meratap, menangis memukul dada, dan jatuh dalam kebingungan.
They sorrow and wail and lament, beating their breast and falling into confusion.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.192 · Sutta tentang Landasan | Tiga Keranjang