an4.188:1.1 Once the Buddha was staying near Rājagaha, on the Vulture’s Peak Mountain.
an4.188:1.2 Then Upaka the son of Maṇḍikā went up to the Buddha, bowed, sat down to one side, and said to him:
Khotbah tentang Upaka
Sutta ini memperlihatkan sebuah dialog yang tajam antara Buddha dan seorang pengkritik. Perhatikan bagaimana Buddha dengan cermat membalikkan argumen Upaka, lalu gunakan momen itu untuk memperkenalkan kerangka ajarannya tentang keterampilan dan ketidak-terampilan.
Upaka, putra Maṇḍikā, mendatangi Buddha dan menyatakan pandangannya bahwa siapa pun yang mengeluh tentang orang lain tanpa memberikan alasan adalah tercela. Buddha menunjukkan bahwa Upaka sendiri melakukan hal itu, sehingga ia terjebak dalam perkataannya sendiri. Buddha kemudian menjelaskan ajarannya tentang yang tidak terampil dan yang terampil, yang masing-masing harus ditinggalkan dan dikembangkan, dengan penjelasan yang tak terbatas. Setelah itu, Upaka melaporkan percakapan ini kepada Raja Ajātasattu, yang justru marah dan mengusirnya karena dianggap lancang menyerang Buddha.
an4.188:1.1 Once the Buddha was staying near Rājagaha, on the Vulture’s Peak Mountain.
an4.188:1.2 Then Upaka the son of Maṇḍikā went up to the Buddha, bowed, sat down to one side, and said to him:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.