an4.187:4.1 Suatu ketika, para anggota majelis brahmana Todeyya sedang memperbincangkan kekurangan orang lain:
an4.187:4.2 ‘Raja Eḷeyya ini bodoh, begitu berkeyakinan pada petapa Rāmaputta. Ia bahkan menunjukkan penghormatan tertinggi kepadanya, yaitu membungkuk, berdiri untuk menyambut, menghormat dengan tangan terkatup, dan bersikap sopan.
an4.187:4.3 Dan para pelayan raja Eḷeyya ini juga bodoh—
an4.187:4.4 Yamaka, Moggalla, Ugga, Nāvindakī, Gandhabba, dan Aggivessa—yang begitu berkeyakinan pada petapa Rāmaputta, dan menunjukkan penghormatan tertinggi kepadanya, yaitu membungkuk, berdiri untuk menyambut, menghormat dengan tangan terkatup, dan bersikap sopan.’
an4.187:4.5 Kemudian brahmana Todeyya menasihati mereka dengan cara ini:
an4.187:4.6 ‘Bagaimana menurut kalian, tuan-tuan,
an4.187:4.7 bukankah Raja Eḷeyya bijaksana dalam berbagai tugas dan pembicaraan, bahkan lebih unggul dari mereka yang ahli dalam hal-hal yang bermanfaat?’
an4.187:4.8 ‘Benar, tuan, Raja Eḷeyya bijaksana dalam berbagai tugas dan pembicaraan, bahkan lebih unggul dari mereka yang ahli dalam hal-hal yang bermanfaat.’
