an4.184:1.1 Then the brahmin Jānussoṇi went up to the Buddha, and exchanged greetings with him.
an4.184:1.2 When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side and said to the Buddha:
Sutta Tanpa Ketakutan
Sutta ini mengajak kita merenungkan sumber ketakutan terdalam manusia. Melalui dialog dengan seorang brahmana, Buddha menunjukkan bahwa ketakutan pada kematian bukanlah takdir yang tak terhindarkan, melainkan berkaitan erat dengan kondisi batin dan perbuatan kita.
Brahmana Jānussoṇi mendatangi Buddha dan menyampaikan pandangannya bahwa semua makhluk yang tak terhindarkan dari kematian pasti takut dan gentar menghadapinya. Buddha membantah pandangan ini dengan menguraikan empat jenis orang yang takut menghadapi kematian dan empat jenis orang yang tidak takut, berdasarkan keterikatan pada kenikmatan indria dan tubuh, perbuatan baik atau buruk, serta ada tidaknya keraguan terhadap Dhamma sejati.
an4.184:1.1 Then the brahmin Jānussoṇi went up to the Buddha, and exchanged greetings with him.
an4.184:1.2 When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side and said to the Buddha:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.