Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.183
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita diajak merenungkan bagaimana kebijaksanaan berperan dalam komunikasi sehari-hari. Mari kita simak percakapan antara Vassakāra dan Sang Buddha yang membuka wawasan tentang kriteria berbicara yang benar.
Vassakāra, seorang menteri utama Magadha, menyampaikan pandangannya bahwa tidak ada salahnya membicarakan apa yang telah dilihat, didengar, dirasakan, dan diketahui. Sang Buddha merespons dengan membedakan dua sisi: ada hal-hal yang sebaiknya dibicarakan dan ada yang tidak, tergantung pada apakah pembicaraan itu memunculkan kualitas-kualitas tidak bermanfaat atau justru mengurangi kualitas bermanfaat. Dengan demikian, ajaran ini menekankan kebijaksanaan dalam berbicara, bukan sekadar larangan atau kebebasan mutlak.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Pada saat itu, Vassakāra sang brahmana, seorang menteri utama Magadha, mendatangi Sang Bhagavā. Setelah mendekat, ia bertukar sapa dengan Sang Bhagavā.
Then Vassakāra the brahmin, a chief minister of Magadha, went up to the Buddha, and exchanged greetings with him.
Setelah berbincang-bincang dengan ramah dan bersahabat, ia duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, Vassakāra sang brahmana, menteri utama Magadha, berkata kepada Sang Bhagavā:
When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side and said to the Buddha:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.183 · Sutta tentang Yang Didengar | Tiga Keranjang