Kathañca, bhikkhave, bhikkhu akkhaṇavedhī hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjadi seorang penembak yang tepat?
And how is a mendicant a marksman?
Sutta tentang Prajurit
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang hidup tentang prajurit untuk menjelaskan kualitas spiritual yang mendalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat keterampilan prajurit dan bagaimana hal itu diterapkan pada perjalanan seorang bhikkhu.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan seorang prajurit kerajaan yang memiliki empat keterampilan untuk menggambarkan empat kualitas seorang bhikkhu yang layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa bagi dunia. Keempat kualitas tersebut adalah terampil dalam posisi berdiri (moralitas), penembak jarak jauh (melihat lima kelompok kehidupan sebagai bukan diri), penembak tepat sasaran (memahami Empat Kebenaran Mulia), dan perusak tubuh besar (menghancurkan ketidaktahuan).
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu akkhaṇavedhī hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjadi seorang penembak yang tepat?
And how is a mendicant a marksman?
Idha, bhikkhave, bhikkhu ‘idaṁ dukkhan’ti yathābhūtaṁ pajānāti …pe… ‘ayaṁ dukkhanirodhagāminī paṭipadā’ti yathābhūtaṁ pajānāti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah asal-mula penderitaan’ … ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan’.
It’s when they truly understand: ‘This is suffering’ … ‘This is the origin of suffering’ … ‘This is the cessation of suffering’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of suffering’.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu akkhaṇavedhī hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjadi seorang penembak yang tepat.
That’s how a mendicant is a marksman.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.