Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.178
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan sederhana untuk menjelaskan kondisi batin yang diperlukan untuk mencapai pencerahan. Mari kita simak bagaimana beliau membedakan empat jenis individu dan apa artinya bagi praktik kita.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu berdasarkan cara mereka merenungkan tujuan spiritual setelah mencapai kebebasan batin yang damai. Dua jenis pertama merenungkan lenyapnya identitas diri (sakkāya), dan dua jenis berikutnya merenungkan penghancuran ketidaktahuan (avijjā). Melalui perumpamaan tangan yang berlumuran getah versus tangan bersih, serta kolam yang tergenang, Sang Buddha menjelaskan mengapa sebagian individu dapat merealisasi tujuan tersebut dan sebagian lainnya tidak, tergantung pada kesiapan batin mereka.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Seyyathāpi, bhikkhave, puriso suddhena hatthena sākhaṁ gaṇheyya, tassa so hattho neva sajjeyya na gaṇheyya na bajjheyya;
Seperti halnya, para bhikkhu, seseorang yang menangkap dahan dengan tangan yang bersih, tangannya tidak akan lengket, tidak menempel, dan tidak terikat padanya;
Suppose a person were to grab a branch with a clean hand. Their hand wouldn’t stick, hold, or bind to it.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.178 · Khotbah tentang Jambālī | Tiga Keranjang