an4.178:3.1 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam setelah mencapai suatu kebebasan batin yang damai.
an4.178:3.2 Ia merenungkan penghancuran ketidaktahuan (avijjā).
an4.178:3.3 Ketika ia merenungkan penghancuran ketidaktahuan, pikirannya tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak bertekad pada penghancuran ketidaktahuan.
an4.178:3.4 Maka, para bhikkhu, tidak dapat diharapkan bahwa bhikkhu itu akan menghancurkan ketidaktahuan.
an4.178:3.5 Misalkan, para bhikkhu, ada sebuah kolam yang telah tergenang selama bertahun-tahun.
an4.178:3.6 Seseorang menutup saluran masuknya dan membuka saluran keluarnya, dan hujan tidak turun dengan cukup.
an4.178:3.7 Maka, para bhikkhu, tidak dapat diharapkan bahwa kolam itu akan meluap.
an4.178:3.8 Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam setelah mencapai suatu kebebasan batin yang damai.
an4.178:3.9 Ia merenungkan penghancuran ketidaktahuan.
an4.178:3.10 Ketika ia merenungkan penghancuran ketidaktahuan, pikirannya tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak bertekad pada penghancuran ketidaktahuan.
an4.178:3.11 Maka, para bhikkhu, tidak dapat diharapkan bahwa bhikkhu itu akan menghancurkan ketidaktahuan.
