‹
AN 4.169

Sasaṅkhārasutta

Sutta Usaha Ekstra

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.169

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keragaman kemampuan dan usaha para praktisi dapat menghasilkan pencapaian yang berbeda. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang empat jenis individu dan faktor-faktor yang membedakan mereka.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu yang mencapai padamnya kekotoran (nibbāna) berdasarkan dua faktor: apakah mereka mencapai dalam kehidupan ini atau setelah hancurnya jasmani, dan apakah mereka mencapai dengan usaha ekstra atau tanpa usaha ekstra. Sang Buddha menjelaskan perbedaan kondisi batin dan pendekatan latihan dari masing-masing jenis individu tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.169:5.1

Kathañca, bhikkhave, puggalo kāyassa bhedā asaṅkhāraparinibbāyī hoti?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu mencapai padamnya tanpa sisa setelah hancurnya jasmani tanpa usaha ekstra?

And how is an individual fully extinguished when the body breaks up without making extra effort?

an4.169:5.2

Idha, bhikkhave, bhikkhu vivicceva kāmehi …pe… paṭhamaṁ jhānaṁ …pe… dutiyaṁ jhānaṁ …pe… tatiyaṁ jhānaṁ …pe… catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu, dengan terlepas dari keinginan indria … masuk dan berdiam dalam jhāna pertama … jhāna kedua … jhāna ketiga … jhāna keempat.

It’s when a mendicant … enters and remains in the first absorption … second absorption … third absorption … fourth absorption …

an4.169:5.3

So imāni pañca sekhabalāni upanissāya viharati—

Ia berdiam dengan bersandar pada lima kekuatan seorang yang masih berlatih ini—

They rely on these five powers of a trainee:

an4.169:5.4

saddhābalaṁ, hiribalaṁ, ottappabalaṁ, vīriyabalaṁ, paññābalaṁ.

kekuatan keyakinan, kekuatan rasa malu, kekuatan rasa takut akan akibat buruk, kekuatan energi, dan kekuatan kebijaksanaan.

faith, conscience, prudence, energy, and wisdom.

an4.169:5.5

Tassimāni pañcindriyāni …pe… paññindriyaṁ.

Akan tetapi, lima indria ini muncul dalam dirinya secara lemah: indria keyakinan, indria energi, indria perhatian, indria konsentrasi, dan indria kebijaksanaan.

But these five faculties manifest in them weakly: faith, energy, mindfulness, immersion, and wisdom.

an4.169:5.6

So imesaṁ pañcannaṁ indriyānaṁ muduttā kāyassa bhedā asaṅkhāraparinibbāyī hoti.

Karena kelembutan kelima indriya ini, setelah hancurnya jasmani, ia mencapai parinibbāna tanpa usaha tambahan.

Because of the weakness of the five faculties, they are fully extinguished when the body breaks up without making extra effort.

an4.169:5.7

Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo kāyassa bhedā asaṅkhāraparinibbāyī hoti.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang individu setelah hancurnya jasmani mencapai parinibbāna tanpa usaha tambahan.

That’s how an individual is fully extinguished when the body breaks up without making extra effort.

an4.169:5.8

Ime kho, bhikkhave, cattāro puggalā santo saṁvijjamānā lokasmin”ti.

Ini, para bhikkhu, adalah empat individu yang ada dan terdapat di dunia ini.”

These are the four individuals found in the world.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.