an4.169:3.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu mencapai padamnya kekotoran setelah hancurnya jasmani dengan usaha ekstra?
an4.169:3.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan ketidakmenarikan pada jasmani, memiliki persepsi kejijikan pada makanan, memiliki persepsi ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, merenungkan ketidak-kekalan pada segala bentukan,
an4.169:3.3 dan persepsi tentang kematiannya sendiri telah tertanam dengan baik di dalam dirinya.
an4.169:3.4 Ia berdiam dengan bersandar pada lima kekuatan seorang yang masih berlatih ini—
an4.169:3.5 kekuatan keyakinan, kekuatan rasa malu, kekuatan rasa takut akan akibat buruk, kekuatan energi, dan kekuatan kebijaksanaan.
an4.169:3.6 Akan tetapi, lima indria ini muncul dalam dirinya secara lemah—
an4.169:3.7 indria keyakinan, indria energi, indria perhatian, indria konsentrasi, dan indria kebijaksanaan.
an4.169:3.8 Karena lemahnya kelima indria ini, setelah hancurnya jasmani, ia mencapai padamnya tanpa sisa dengan usaha ekstra.
an4.169:3.9 Demikianlah, para bhikkhu, bagaimana seorang individu mencapai padamnya tanpa sisa dengan usaha ekstra setelah hancurnya jasmani.
