an4.169:2.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu mencapai padamnya kekotoran dalam kehidupan ini juga dengan usaha ekstra?
an4.169:2.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan ketidakmenarikan pada jasmani, memiliki persepsi kejijikan pada makanan, memiliki persepsi ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, merenungkan ketidak-kekalan pada segala bentukan,
an4.169:2.3 dan persepsi tentang kematiannya sendiri telah tertanam dengan baik di dalam dirinya.
an4.169:2.4 Ia berdiam dengan bersandar pada lima kekuatan seorang pelatih ini—
an4.169:2.5 kekuatan keyakinan, kekuatan rasa malu, kekuatan rasa takut akan akibat buruk, kekuatan energi, dan kekuatan kebijaksanaan.
an4.169:2.6 Dan lima indriya ini muncul dengan kuat dalam dirinya—
an4.169:2.7 indriya keyakinan, indriya energi, indriya perhatian, indriya konsentrasi, dan indriya kebijaksanaan.
an4.169:2.8 Karena kuatnya kelima indriya ini, ia mencapai padamnya kekotoran dalam kehidupan ini juga dengan usaha ekstra.
an4.169:2.9 Demikianlah, para bhikkhu, seorang individu mencapai padamnya kekotoran dalam kehidupan ini juga dengan usaha ekstra.
