“Catasso imā, bhikkhave, paṭipadā.
“Para bhikkhu, ada empat cara latihan ini.
“Mendicants, there are four ways of practice.
Sutta tentang Kesabaran (Ke-2)
Sutta ini menyajikan kerangka praktik yang jelas dan terstruktur. Saat membacanya, perhatikan bagaimana Sang Buddha membedakan antara ketahanan fisik (kesabaran) dan pengendalian mental (penjinakan dan penenangan), serta bagaimana keempatnya saling melengkapi dalam jalan latihan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membabarkan empat cara latihan (paṭipadā) kepada para bhikkhu: latihan yang tidak sabar, latihan yang sabar, latihan yang menjinakkan, dan latihan yang menenangkan. Dua yang pertama berkaitan dengan ketahanan fisik dan mental terhadap kondisi eksternal yang tidak menyenangkan, sedangkan dua yang terakhir berkaitan dengan pengendalian indra dan pelepasan pikiran-pikiran buruk.
“Catasso imā, bhikkhave, paṭipadā.
“Para bhikkhu, ada empat cara latihan ini.
“Mendicants, there are four ways of practice.
Katamā catasso?
Apakah empat itu?
What four?
Akkhamā paṭipadā, khamā paṭipadā, damā paṭipadā, samā paṭipadā.
Latihan yang tidak sabar, latihan yang sabar, latihan yang menjinakkan, dan latihan yang menenangkan.
Impatient practice, patient practice, taming practice, and calming practice.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.