‹
AN 4.160

Sugatavinayasutta

Sutta tentang Latihan Seorang Yang Telah Sempurna

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.160

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana sebuah ajaran dapat bertahan atau punah. Perhatikan baik-baik empat pasang kualitas yang disebutkan, karena semuanya berkaitan dengan cara kita belajar, menerima masukan, berbagi pengetahuan, dan menjadi teladan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini membahas tentang pentingnya keberadaan seorang Yang Telah Sempurna (Sugata) dan latihannya (Sugatavinaya) bagi kesejahteraan dunia. Buddha kemudian menguraikan empat hal yang menyebabkan kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati, serta empat hal yang menyebabkan kelangsungan dan ketahanannya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.160:7.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, therā bhikkhū bāhulikā honti sāthalikā, okkamane pubbaṅgamā, paviveke nikkhittadhurā, na vīriyaṁ ārabhanti appattassa pattiyā anadhigatassa adhigamāya asacchikatassa sacchikiriyāya.

Kemudian, para bhikkhu, para bhikkhu senior menjadi gemar pada banyak hal, lengah, menjadi pelopor dalam kemunduran, mengabaikan keterasingan, tidak membangkitkan semangat untuk mencapai yang belum tercapai, untuk meraih yang belum diraih, dan untuk merealisasikan yang belum direalisasikan.

Furthermore, the senior mendicants are indulgent and slack, leaders in backsliding, neglecting seclusion, not rousing energy for attaining the unattained, achieving the unachieved, and realizing the unrealized.

an4.160:7.2

Tesaṁ pacchimā janatā diṭṭhānugatiṁ āpajjati.

Generasi setelah mereka mengikuti teladan mereka.

Those who come after them follow their example.

an4.160:7.3

Sāpi hoti bāhulikā sāthalikā, okkamane pubbaṅgamā, paviveke nikkhittadhurā, na vīriyaṁ ārabhati appattassa pattiyā anadhigatassa adhigamāya asacchikatassa sacchikiriyāya.

Mereka pun menjadi gemar pada banyak hal, lengah, menjadi pelopor dalam kemunduran, mengabaikan keterasingan, tidak membangkitkan semangat untuk mencapai yang belum tercapai, untuk meraih yang belum diraih, dan untuk merealisasikan yang belum direalisasikan.

They too become indulgent and slack, leaders in backsliding, neglecting seclusion, not rousing energy for attaining the unattained, achieving the unachieved, and realizing the unrealized.

an4.160:7.4

Ayaṁ, bhikkhave, catuttho dhammo saddhammassa sammosāya antaradhānāya saṁvattati.

Ini, para bhikkhu, adalah hal keempat yang mengarah pada kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati.

This is the fourth thing that leads to the decline and disappearance of the true teaching.

an4.160:7.5

Ime kho, bhikkhave, cattāro dhammā saddhammassa sammosāya antaradhānāya saṁvattantīti.

Ini, para bhikkhu, adalah empat hal yang mengarah pada kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati.

These are four things that lead to the decline and disappearance of the true teaching.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.