Katamo ca, bhikkhave, sugato?
Dan siapakah, para bhikkhu, Yang Telah Sempurna itu?
And who is a Holy One?
Sutta tentang Latihan Seorang Yang Telah Sempurna
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana sebuah ajaran dapat bertahan atau punah. Perhatikan baik-baik empat pasang kualitas yang disebutkan, karena semuanya berkaitan dengan cara kita belajar, menerima masukan, berbagi pengetahuan, dan menjadi teladan.
Sutta ini membahas tentang pentingnya keberadaan seorang Yang Telah Sempurna (Sugata) dan latihannya (Sugatavinaya) bagi kesejahteraan dunia. Buddha kemudian menguraikan empat hal yang menyebabkan kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati, serta empat hal yang menyebabkan kelangsungan dan ketahanannya.
Katamo ca, bhikkhave, sugato?
Dan siapakah, para bhikkhu, Yang Telah Sempurna itu?
And who is a Holy One?
Idha, bhikkhave, tathāgato loke uppajjati arahaṁ sammāsambuddho vijjācaraṇasampanno sugato lokavidū anuttaro purisadammasārathi satthā devamanussānaṁ buddho bhagavā.
Di sini, para bhikkhu, seorang Tathāgata muncul di dunia, seorang yang sempurna, tercerahkan sepenuhnya, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, sempurna, pengenal dunia, pemimpin tak tertandingi bagi mereka yang layak dilatih, guru para deva dan manusia, yang tercerahkan, yang termulia.
It’s when a Realized One arises in the world, perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed.
Ayaṁ, bhikkhave, sugato.
Inilah, para bhikkhu, Yang Telah Sempurna.
This is a Holy One.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.