Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Sāriputta addressed the mendicants:
Sutta Kemunduran
Sutta ini adalah ajaran langsung dari Yang Mulia Sāriputta tentang bagaimana melakukan 'cek kesehatan' batin sendiri. Perhatikan baik-baik empat kriteria yang ia berikan, karena ini adalah alat praktis untuk mengevaluasi arah latihan kita.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang empat tanda yang menunjukkan kemunduran kualitas-kualitas bermanfaat dalam diri seorang praktisi, dan empat tanda yang menunjukkan ketidakmunduran. Tanda-tanda kemunduran adalah melimpahnya nafsu, kebencian, dan delusi, serta mata kebijaksanaan yang tidak menembus hal-hal yang dalam. Sebaliknya, ketidakmunduran ditandai dengan menipisnya ketiga akar kekotoran itu dan mata kebijaksanaan yang mampu menembus hal-hal yang dalam.
Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Sāriputta addressed the mendicants:
“āvuso bhikkhave”ti.
“Sahabat-sahabat, para bhikkhu!”
“Reverends, mendicants!”
“Āvuso”ti kho te bhikkhū āyasmato sāriputtassa paccassosuṁ.
“Sahabat,” para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Sāriputta.
“Reverend,” they replied.
Āyasmā sāriputto etadavoca:
Yang Mulia Sāriputta berkata demikian:
Sāriputta said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.