an4.156:2.1 Yadā, bhikkhave, kappo saṁvaṭṭo tiṭṭhati, taṁ na sukaraṁ saṅkhātuṁ—
an4.156:2.2 ettakāni vassānīti vā, ettakāni vassasatānīti vā, ettakāni vassasahassānīti vā, ettakāni vassasatasahassānīti vā.
Kappasutta: Eon
Sutta ini mengajak kita merenungkan skala waktu kosmik yang jauh melampaui ukuran manusia. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan siklus alam semesta yang tak terbayangkan lamanya.
Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa satu eon (kappā) mengandung empat periode yang tak terhitung lamanya: saat eon menyusut, saat eon tetap menyusut, saat eon mengembang, dan saat eon tetap mengembang. Pada masing-masing periode, durasinya tidak mungkin dihitung dalam hitungan tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, atau ratusan ribu tahun.
an4.156:2.1 Yadā, bhikkhave, kappo saṁvaṭṭo tiṭṭhati, taṁ na sukaraṁ saṅkhātuṁ—
an4.156:2.2 ettakāni vassānīti vā, ettakāni vassasatānīti vā, ettakāni vassasahassānīti vā, ettakāni vassasatasahassānīti vā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.