Yadā, bhikkhave, kappo vivaṭṭo tiṭṭhati, taṁ na sukaraṁ saṅkhātuṁ—
Ketika, para bhikkhu, eon tetap dalam keadaan mengembang sepenuhnya, tidaklah mudah untuk menghitung—
When an eon remains fully expanded, it’s not easy to calculate
Kappasutta: Eon
Sutta ini mengajak kita merenungkan skala waktu kosmik yang jauh melampaui ukuran manusia. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan siklus alam semesta yang tak terbayangkan lamanya.
Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa satu eon (kappā) mengandung empat periode yang tak terhitung lamanya: saat eon menyusut, saat eon tetap menyusut, saat eon mengembang, dan saat eon tetap mengembang. Pada masing-masing periode, durasinya tidak mungkin dihitung dalam hitungan tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, atau ratusan ribu tahun.
Yadā, bhikkhave, kappo vivaṭṭo tiṭṭhati, taṁ na sukaraṁ saṅkhātuṁ—
Ketika, para bhikkhu, eon tetap dalam keadaan mengembang sepenuhnya, tidaklah mudah untuk menghitung—
When an eon remains fully expanded, it’s not easy to calculate
ettakāni vassānīti vā, ettakāni vassasatānīti vā, ettakāni vassasahassānīti vā, ettakāni vassasatasahassānīti vā.
berapa tahun, berapa ratus tahun, berapa ribu tahun, atau berapa ratus ribu tahun yang dibutuhkan.
how many years, how many hundreds or thousands or hundreds of thousands of years it takes.
Imāni kho, bhikkhave, cattāri kappassa asaṅkhyeyyānī”ti.
Inilah, para bhikkhu, empat periode yang tak terhitung dari satu eon.”
These are the four uncountable periods of an eon.”
Chaṭṭhaṁ.
Ke enam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.