“Cattārome, bhikkhave, kālā.
“Para bhikkhu, ada empat waktu ini.
“Mendicants, there are these four times.
Sutta tentang Waktu (1)
Sutta ini adalah salah satu khotbah terpendek dalam Aṅguttara Nikāya. Anggap saja ini sebagai daftar sederhana namun mendalam tentang empat aktivitas kunci yang menopang latihan, mengingatkan kita bahwa setiap aspek memiliki waktunya sendiri.
Dalam sutta pendek ini, Sang Buddha menyebutkan empat waktu yang tepat bagi seorang bhikkhu untuk berlatih: waktu untuk mendengarkan Dhamma, waktu untuk mendiskusikan Dhamma, waktu untuk ketenangan (samatha), dan waktu untuk pandangan terang (vipassanā). Keempat waktu ini adalah kerangka sederhana untuk menyeimbangkan pembelajaran dan praktik meditasi.
“Cattārome, bhikkhave, kālā.
“Para bhikkhu, ada empat waktu ini.
“Mendicants, there are these four times.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Kālena dhammassavanaṁ, kālena dhammasākacchā, kālena sammasanā, kālena vipassanā—
Waktu untuk mendengarkan Dhamma, waktu untuk mendiskusikan Dhamma, waktu untuk ketenangan, dan waktu untuk pandangan terang—
A time for listening to the teaching, a time for discussing the teaching, a time for serenity, and a time for discernment.
Ime kho, bhikkhave, cattāro kālā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah empat waktu itu.”
These are the four times.”
Chaṭṭhaṁ.
Ke enam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.