“Cattārome, bhikkhave, pajjotā.
“Para bhikkhu, ada empat pelita ini.
“Mendicants, there are these four lamps.
Sutta tentang Pelita
Sutta ini sangat singkat namun sarat makna. Mari kita renungkan bagaimana Sang Buddha menggunakan metafora pelita untuk menunjukkan pentingnya kebijaksanaan dalam kehidupan spiritual.
Dalam sutta pendek ini, Sang Buddha menyebutkan empat jenis pelita: bulan, matahari, api, dan kebijaksanaan. Ia kemudian menyatakan bahwa di antara keempatnya, pelita kebijaksanaan adalah yang terunggul.
“Cattārome, bhikkhave, pajjotā.
“Para bhikkhu, ada empat pelita ini.
“Mendicants, there are these four lamps.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Candapajjoto, sūriyapajjoto, aggipajjoto, paññāpajjoto—
Pelita bulan, pelita matahari, pelita api, dan pelita kebijaksanaan—
The lamps of the moon, sun, fire, and wisdom.
Ime kho, bhikkhave, cattāro pajjotā.
Ini, para bhikkhu, adalah empat pelita itu.
These are the four lamps.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ catunnaṁ pajjotānaṁ yadidaṁ paññāpajjoto”ti.
Di antara keempat pelita ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah pelita kebijaksanaan.”
The best of these four lamps is the lamp of wisdom.”
Pañcamaṁ.
Yang kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.