‹
AN 4.140

Vādīsutta

Khotbah tentang Pembicara

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.140

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta yang singkat namun padat ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan kualitas berbicara yang baik. Mari kita simak bagaimana Beliau mengelompokkan para pembicara dan apa yang membuat seseorang mampu berbicara tanpa henti.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha membahas empat jenis pembicara berdasarkan kemampuan mereka dalam hal makna (attha) dan cara pengungkapan (byañjana). Beliau menjelaskan bahwa ada pembicara yang kehabisan makna tetapi tidak kehabisan kata-kata, ada yang kehabisan kata-kata tetapi tidak kehabisan makna, ada yang kehabisan keduanya, dan ada yang tidak pernah kehabisan keduanya. Di akhir khotbah, Beliau menegaskan bahwa seseorang yang sempurna dalam empat jenis analisis (paṭisambhidā) tidak akan pernah kehabisan makna maupun cara pengungkapan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.140:1.1

“Cattārome, bhikkhave, vādī.

“Para bhikkhu, ada empat jenis pembicara ini.

“Mendicants, there are these four speakers.

an4.140:1.2

Katame cattāro?

Apakah empat itu?

What four?

an4.140:1.3

Atthi, bhikkhave, vādī atthato pariyādānaṁ gacchati, no byañjanato;

Para bhikkhu, ada pembicara yang kehabisan hal-hal bermakna untuk dikatakan, tetapi tidak kehabisan cara merangkai kata-kata;

There’s a speaker who runs out of meaningful things to say, but not of ways of phrasing things.

an4.140:1.4

atthi, bhikkhave, vādī byañjanato pariyādānaṁ gacchati, no atthato;

para bhikkhu, ada pembicara yang kehabisan cara merangkai kata-kata, tetapi tidak kehabisan hal-hal bermakna untuk dikatakan;

There’s a speaker who runs out of ways of phrasing things, but not of meaningful things to say.

an4.140:1.5

atthi, bhikkhave, vādī atthato ca byañjanato ca pariyādānaṁ gacchati;

para bhikkhu, ada pembicara yang kehabisan baik hal-hal bermakna untuk dikatakan maupun cara merangkai kata-kata;

There’s a speaker who runs out of both meaningful things to say, and ways of phrasing things.

an4.140:1.6

atthi, bhikkhave, vādī nevatthato no byañjanato pariyādānaṁ gacchati.

para bhikkhu, ada pembicara yang tidak pernah kehabisan hal-hal bermakna untuk dikatakan maupun cara merangkai kata-kata.

There’s a speaker who never runs out of meaningful things to say, or ways of phrasing things.

an4.140:1.7

Ime kho, bhikkhave, cattāro vādī.

Para bhikkhu, inilah keempat jenis pembicara itu.

These are the four speakers.

an4.140:1.8

Aṭṭhānametaṁ, bhikkhave, anavakāso yaṁ catūhi paṭisambhidāhi samannāgato atthato vā byañjanato vā pariyādānaṁ gaccheyyā”ti.

Para bhikkhu, adalah suatu kemustahilan, tidak mungkin terjadi, bahwa seseorang yang sempurna dalam empat jenis analisis akan kehabisan hal-hal bermakna untuk dikatakan atau cara merangkai kata-kata.”

It is impossible, it cannot happen that someone accomplished in the four kinds of textual analysis will ever run out of meaningful things to say, or ways of phrasing things.”

an4.140:1.10

Puggalavaggo catuttho.

Bab tentang Individu, yang keempat.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.