‹
AN 4.12

Sīlasutta

Sutta tentang Moralitas

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.12

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana praktik tidak terbatas pada duduk bermeditasi, tetapi dapat dijalankan dalam setiap aktivitas sehari-hari. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjelaskan kualitas batin yang harus dikembangkan agar selalu waspada dan tekun.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menekankan pentingnya moralitas dan disiplin monastik sebagai landasan, lalu mengajarkan bahwa setelah itu, seorang bhikkhu harus melatih pikirannya hingga bersih dari rintangan batin, sehingga dalam segala postur—berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring—ia dapat disebut sebagai bhikkhu yang bersemangat, waspada, dan bertekad bulat.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an4.12:3.1 Jika, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu sedang berdiri, nafsu keinginan dan niat jahat telah lenyap, ketumpulan dan kantuk telah ditinggalkan, kegelisahan dan penyesalan telah ditinggalkan, dan keragu-raguan telah ditinggalkan; energinya telah dibangkitkan dan tidak kendur, perhatiannya tegak dan tidak kacau, tubuhnya tenang dan tidak gelisah, pikirannya terpusat dan terfokus pada satu titik—maka bhikkhu yang demikian, ketika sedang berdiri, disebut ‘bersemangat dan waspada, senantiasa energetik dan bertekad bulat’.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.