Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.124
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita untuk melihat bahwa pencapaian meditatif bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan merenungkan pengalaman tersebut dengan kebijaksanaan, melihatnya sebagai sesuatu yang tidak kekal dan bukan diri.
Sutta ini membahas empat jenis individu yang berbeda berdasarkan pencapaian jhāna mereka—dari jhāna pertama hingga keempat—dan bagaimana mereka masing-masing merenungkan fenomena batin dan jasmani sebagai tidak kekal, tidak memuaskan, dan bukan diri. Perenungan ini mengarah pada kelahiran kembali di alam murni (suddhāvāsa), sebuah pencapaian yang tidak dimiliki oleh orang biasa. Sutta ini menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam melihat realitas sebagaimana adanya, bukan sekadar pencapaian meditatif.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.124:1.3 Take an individual who, quite secluded from sensual pleasures, secluded from unskillful qualities, enters and remains in the first absorption …
an4.124:1.4 They contemplate the phenomena there—included in form, feeling, perception, choices, and consciousness—as impermanent, as suffering, as diseased, as a boil, as a dart, as gloom, as an affliction, as alien, as breaking apart, as empty, as not-self.
an4.124:1.5 When their body breaks up, after death, they’re reborn in the company of the gods of the pure abodes.
an4.124:1.6 This rebirth is distinct from that of ordinary people.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.124 · Sutta tentang Perbedaan (Ke-2) | Tiga Keranjang