“Cattārimāni, bhikkhave, bhayāni.
“Para bhikkhu, ada empat bahaya ini.
“Mendicants, there are these four perils.
Bahaya (Ke-1)
Sutta ini sangat singkat namun dalam. Mari kita renungkan empat bahaya yang disebutkan Sang Buddha sebagai pintu untuk melihat realitas kehidupan secara jernih.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menyebutkan empat bahaya yang melekat pada kehidupan manusia: bahaya kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian. Ajaran ini disampaikan langsung kepada para bhikkhu sebagai perenungan mendasar tentang sifat kehidupan yang tidak kekal.
“Cattārimāni, bhikkhave, bhayāni.
“Para bhikkhu, ada empat bahaya ini.
“Mendicants, there are these four perils.
Katamāni cattāri?
Apakah empat itu?
What four?
Jātibhayaṁ, jarābhayaṁ, byādhibhayaṁ, maraṇabhayaṁ—
Bahaya kelahiran, bahaya penuaan, bahaya penyakit, bahaya kematian—
The perils of rebirth, old age, sickness, and death.
Imāni kho, bhikkhave, cattāri bhayānī”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah empat bahaya itu.”
These are the four perils.”
Navamaṁ.
Kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.