Cattārome, bhikkhave, visaṁyogā.
Ada, para bhikkhu, empat jenis pelepasan dari kuk ini.
There are these four kinds of unyoking.
Yogasutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa saja yang selama ini mengikat kita—baik itu kenikmatan indra, keinginan untuk terus ada, pandangan yang kita pegang, maupun ketidaktahuan kita. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjelaskan belenggu-belenggu ini dan jalan untuk melepaskannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan tentang empat belenggu (yoga) yang mengikat makhluk pada saṁsāra—belenggu nafsu indra, kelahiran kembali, pandangan, dan ketidaktahuan—serta empat cara melepaskan diri dari belenggu tersebut. Belenggu muncul karena tidak memahami asal-mula, lenyapnya, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari masing-masing hal itu. Sebaliknya, dengan memahami hal-hal tersebut secara mendalam, seseorang terbebas dari belenggu dan mencapai keamanan sejati (yogakkhema).
Cattārome, bhikkhave, visaṁyogā.
Ada, para bhikkhu, empat jenis pelepasan dari kuk ini.
There are these four kinds of unyoking.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Kāmayogavisaṁyogo, bhavayogavisaṁyogo, diṭṭhiyogavisaṁyogo, avijjāyogavisaṁyogo.
Pelepasan dari kuk kenikmatan indria, pelepasan dari kuk kelahiran kembali, pelepasan dari kuk pandangan salah, dan pelepasan dari kuk ketidaktahuan.
Unyoking from sensual pleasures, future lives, views, and ignorance.
Katamo ca, bhikkhave, kāmayogavisaṁyogo?
Dan apakah, para bhikkhu, pelepasan dari kuk kenikmatan indria?
And what is unyoking from sensual pleasures?
Idha, bhikkhave, ekacco kāmānaṁ samudayañca atthaṅgamañca assādañca ādīnavañca nissaraṇañca yathābhūtaṁ pajānāti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang memahami sebagaimana adanya kemunculan, lenyapnya, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari kenikmatan indria.
It’s when you truly understand sensual pleasures’ origin, disappearance, gratification, drawback, and escape.
Tassa kāmānaṁ samudayañca atthaṅgamañca assādañca ādīnavañca nissaraṇañca yathābhūtaṁ pajānato yo kāmesu kāmarāgo kāmanandī kāmasneho kāmamucchā kāmapipāsā kāmapariḷāho kāmajjhosānaṁ kāmataṇhā sā nānuseti.
Bagi seseorang yang memahami sebagaimana adanya kemunculan, lenyapnya, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari kenikmatan indria, maka nafsu, kegembiraan, kasih sayang, kegilaan, kehausan, gejolak, keterikatan, dan ketagihan terhadap kenikmatan indria tidak lagi melekat dalam batinnya.
So greed, relishing, affection, infatuation, thirst, passion, attachment, and craving for sensual pleasures don’t linger on inside.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, kāmayogavisaṁyogo.
Ini, para bhikkhu, disebut pelepasan dari kuk kenikmatan indria.
This is called unyoking from sensual pleasures.
Iti kāmayogavisaṁyogo.
Demikianlah pelepasan dari kuk kenikmatan indria.
Such is unyoking from sensual pleasures.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.