Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah telah kudengar:
So I have heard.
Sutta tentang Awan (1)
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan perumpamaan sederhana tentang awan sebagai cermin dari sikap dan tindakan kita sendiri. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan empat tipe kepribadian ini dengan gamblang dan ringkas.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan empat jenis awan untuk menggambarkan empat tipe kepribadian manusia. Perumpamaan ini membedakan antara orang yang banyak bicara tetapi tidak bertindak, orang yang bertindak tanpa banyak bicara, orang yang tidak melakukan keduanya, dan orang yang perkataan serta perbuatannya selaras.
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah telah kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.
At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.
Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi:
Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
There the Buddha addressed the mendicants,
“bhikkhavo”ti.
“Para bhikkhu!”
“Mendicants!”
“Bhadante”ti te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
“Yang Mulia,” para bhikkhu itu menjawab.
“Venerable sir,” they replied.
Bhagavā etadavoca:
Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.