an3.9:2.1 Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato paṇḍito viyatto sappuriso akkhataṁ anupahataṁ attānaṁ pariharati, anavajjo ca hoti ananuvajjo ca viññūnaṁ, bahuñca puññaṁ pasavati.
Khatasutta: Rusak
Sutta ini adalah ajaran singkat namun padat tentang etika dasar dalam Buddhisme. Mari kita renungkan bagaimana tiga pintu tindakan—tubuh, ucapan, dan pikiran—menentukan arah hidup kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa seseorang yang bodoh dan tidak cakap, yang memiliki tiga kualitas buruk—perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran—akan menjaga dirinya tetap rusak dan hancur, layak disalahkan oleh orang bijaksana, serta menghasilkan banyak keburukan. Sebaliknya, seorang yang bijaksana dan cakap, yang memiliki tiga kualitas baik—perbuatan baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran—akan menjaga dirinya tetap sehat dan utuh, tidak layak disalahkan, serta menghasilkan banyak kebaikan.
an3.9:2.1 Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato paṇḍito viyatto sappuriso akkhataṁ anupahataṁ attānaṁ pariharati, anavajjo ca hoti ananuvajjo ca viññūnaṁ, bahuñca puññaṁ pasavati.
an3.9:2.2 Katamehi tīhi?
an3.9:2.3 Kāyasucaritena, vacīsucaritena, manosucaritena.
an3.9:2.4 Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato paṇḍito viyatto sappuriso akkhataṁ anupahataṁ attānaṁ pariharati, anavajjo ca hoti ananuvajjo ca viññūnaṁ, bahuñca puññaṁ pasavatī”ti.
an3.9:2.5 Navamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.