an3.99:4.1 Cloth from Kāsi is beautiful, pleasant to touch, and valuable whether it’s new, worn in, or worn out.
an3.99:4.2 They use worn out cloth from Kāsi for wrapping, or else they place it in a fragrant casket.
Sutta tentang Kain Goni
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang sederhana namun dalam untuk merenungkan kualitas batin kita sendiri. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membandingkan dua jenis kain untuk mengajarkan tentang nilai moralitas dan pengaruhnya dalam kehidupan bersama.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan dua jenis kain untuk menggambarkan dua tipe bhikkhu. Kain goni yang buruk, kasar, dan tidak berharga diumpamakan seperti bhikkhu yang tidak bermoral, tidak peduli apakah ia baru, menengah, atau senior. Sebaliknya, kain Kāsi yang indah, halus, dan berharga diumpamakan seperti bhikkhu yang bermoral dan berkarakter baik. Sutta ini menekankan pentingnya moralitas dan bagaimana hal itu memengaruhi cara seseorang dipandang dan diperlakukan oleh Saṅgha, serta buah dari derma yang diterimanya.
an3.99:4.1 Cloth from Kāsi is beautiful, pleasant to touch, and valuable whether it’s new, worn in, or worn out.
an3.99:4.2 They use worn out cloth from Kāsi for wrapping, or else they place it in a fragrant casket.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.