Kathañca, bhikkhave, bhikkhu javasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam kecepatan?
And how is a mendicant fast?
Sutta Kuda Berdarah Murni (Ke-3)
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas batiniah melalui perumpamaan yang sederhana. Mari kita simak bagaimana Buddha memetakan kualitas seekor kuda kerajaan menjadi tiga latihan spiritual yang mendalam bagi seorang bhikkhu.
Sutta ini menggunakan perumpamaan seekor kuda jantan berdarah murni milik raja yang memiliki tiga faktor: keindahan, kekuatan, dan kecepatan. Buddha kemudian menganalogikan ketiga faktor tersebut dengan tiga kualitas seorang bhikkhu: moralitas (keindahan), usaha yang bersemangat (kekuatan), dan realisasi kebebasan melalui hancurnya kekotoran batin (kecepatan). Seorang bhikkhu yang memiliki ketiga kualitas ini layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu javasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam kecepatan?
And how is a mendicant fast?
Idha, bhikkhave, bhikkhu āsavānaṁ khayā anāsavaṁ cetovimuttiṁ paññāvimuttiṁ diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja viharati.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu, dengan hancurnya kekotoran batin, merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan berdiam setelah mencapainya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini juga.
It’s when a mendicant realizes the undefiled freedom of heart and freedom by wisdom. And they live having realized it with their own insight in this very life due to the ending of defilements.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu javasampanno hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam kecepatan.
That’s how a mendicant is fast.
Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato bhikkhu āhuneyyo hoti …pe… anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassā”ti.
Dengan memiliki ketiga kualitas ini, para bhikkhu, seorang bhikkhu adalah layak menerima persembahan, layak menerima keramahan, layak menerima pemberian, layak menerima penghormatan dengan tangan beranjali, dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.”
A mendicant with these three qualities is worthy of offerings dedicated to the gods, worthy of hospitality, worthy of a religious donation, worthy of veneration with cupped palms, and is the supreme field of merit for the world.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.