Katamā ca, bhikkhave, samaggā parisā?
Dan apakah, para bhikkhu, perkumpulan yang rukun?
And what is a harmonious assembly?
Khotbah tentang Perkumpulan
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam komunitas spiritual. Mari kita simak bagaimana beliau menggambarkan tiga jenis perkumpulan dan dampaknya terhadap kemajuan batin.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membedakan tiga jenis perkumpulan para bhikkhu: perkumpulan yang utama, yang terpecah, dan yang rukun. Ia menjelaskan ciri-ciri masing-masing, menekankan bahwa perkumpulan yang rukun, di mana para bhikkhu saling menghargai dan hidup damai, menghasilkan banyak jasa dan membawa pada kebebasan batin melalui kegembiraan. Perumpamaan hujan di pegunungan menggambarkan bagaimana kebajikan mengalir dan meluas ketika komunitas hidup dalam harmoni.
Katamā ca, bhikkhave, samaggā parisā?
Dan apakah, para bhikkhu, perkumpulan yang rukun?
And what is a harmonious assembly?
Idha, bhikkhave, yassaṁ parisāyaṁ bhikkhū samaggā sammodamānā avivadamānā khīrodakībhūtā aññamaññaṁ piyacakkhūhi sampassantā viharanti, ayaṁ vuccati, bhikkhave, samaggā parisā.
Di sini, para bhikkhu, dalam perkumpulan yang para bhikkhunya hidup rukun, saling menghargai, tidak berselisih, bagaikan susu dan air yang menyatu, dan saling memandang dengan mata penuh kasih. Ini, para bhikkhu, disebut perkumpulan yang rukun.
An assembly where the mendicants live in harmony, appreciating each other, without dispute, blending like milk and water, and regarding each other with kindly eyes. This is called a harmonious assembly.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.