an3.94:2.1 Evamevaṁ kho, bhikkhave, yato ariyasāvakassa virajaṁ vītamalaṁ dhammacakkhuṁ uppajjati, saha dassanuppādā, bhikkhave, ariyasāvakassa tīṇi saṁyojanāni pahīyanti—
an3.94:2.2 sakkāyadiṭṭhi, vicikicchā, sīlabbataparāmāso.
Musim Gugur
Dalam sutta ini, Buddha menggunakan perumpamaan matahari untuk menggambarkan transformasi batin yang mendalam. Mari kita simak bagaimana gambaran tersebut dijelaskan.
Buddha menggunakan perumpamaan matahari musim gugur yang menyingkirkan kegelapan untuk menggambarkan munculnya mata Dhamma pada siswa mulia. Saat itu, tiga belenggu pertama lenyap, dan siswa terbebas dari ketamakan serta kebencian, mampu mencapai jhāna pertama. Jika meninggal saat itu, ia tidak akan kembali ke dunia ini.
an3.94:2.1 Evamevaṁ kho, bhikkhave, yato ariyasāvakassa virajaṁ vītamalaṁ dhammacakkhuṁ uppajjati, saha dassanuppādā, bhikkhave, ariyasāvakassa tīṇi saṁyojanāni pahīyanti—
an3.94:2.2 sakkāyadiṭṭhi, vicikicchā, sīlabbataparāmāso.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.