Katamā ca, bhikkhave, adhisīlasikkhā?
Dan apakah, para bhikkhu, latihan moralitas yang lebih tinggi?
And what is the training in the higher ethics?
Tiga Latihan (Ke Dua)
Sutta ini menawarkan peta jalan yang jelas bagi mereka yang ingin memahami praktik Buddhis secara ringkas. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merangkum keseluruhan jalan dalam tiga latihan yang saling melengkapi.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga latihan utama bagi para bhikkhu: moralitas yang lebih tinggi, pikiran yang lebih tinggi, dan kebijaksanaan yang lebih tinggi. Beliau merinci masing-masing latihan, mulai dari disiplin moral, pencapaian jhāna, hingga realisasi kebebasan melalui hancurnya kekotoran batin. Sutta ditutup dengan syair yang menggambarkan praktik dan pencapaian seorang yang telah menyelesaikan jalan, yang disebut Buddha di dunia.
Katamā ca, bhikkhave, adhisīlasikkhā?
Dan apakah, para bhikkhu, latihan moralitas yang lebih tinggi?
And what is the training in the higher ethics?
Idha, bhikkhave, bhikkhu sīlavā hoti …pe… samādāya sikkhati sikkhāpadesu.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu bermoral, terkendali dalam Pātimokkha, baik dalam perilaku dan tempat mencari dana makanan, melihat bahaya dalam kesalahan sekecil apa pun, dan berlatih dalam aturan-aturan latihan yang telah diterimanya.
It’s when a mendicant is ethical, restrained in the monastic code, conducting themselves well and resorting for alms in suitable places. Seeing danger in the slightest fault, they keep the rules they’ve undertaken.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, adhisīlasikkhā.
Ini, para bhikkhu, disebut latihan moralitas yang lebih tinggi.
This is called the training in the higher ethics.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.