Katamā ca, bhikkhave, adhisīlasikkhā?
Dan apakah, para bhikkhu, latihan moralitas yang lebih tinggi?
And what is the training in the higher ethics?
Tiga Latihan (1)
Sutta ini menawarkan kerangka praktik yang jelas dan ringkas. Saat membacanya, perhatikan bagaimana ketiga latihan ini saling mendukung dan membentuk jalan menuju pencerahan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga latihan yang menjadi kerangka dasar praktik seorang bhikkhu: latihan moralitas yang lebih tinggi, latihan pikiran yang lebih tinggi, dan latihan kebijaksanaan yang lebih tinggi. Beliau merinci masing-masing latihan, dimulai dari pengendalian moral, kemudian pencapaian jhāna, dan akhirnya pemahaman mendalam tentang Empat Kebenaran Mulia.
Katamā ca, bhikkhave, adhisīlasikkhā?
Dan apakah, para bhikkhu, latihan moralitas yang lebih tinggi?
And what is the training in the higher ethics?
Idha, bhikkhave, bhikkhu sīlavā hoti …pe… samādāya sikkhati sikkhāpadesu.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu bermoral, terkendali dalam Pātimokkha, baik dalam perilaku dan tempat mencari dana makanan, melihat bahaya dalam kesalahan sekecil apa pun, dan berlatih dalam aturan-aturan latihan yang telah diterimanya.
It’s when a mendicant is ethical, restrained in the monastic code, conducting themselves well and resorting for alms in suitable places. Seeing danger in the slightest fault, they keep the rules they’ve undertaken.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, adhisīlasikkhā.
Ini disebut, para bhikkhu, latihan moralitas yang lebih tinggi.
This is called the training in the higher ethics.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.