“‘Sekho, sekho’ti, bhante, vuccati.
‘Seorang pelatih, seorang pelatih,’ Yang Mulia, demikianlah dikatakan.
“Sir, they speak of the one called ‘a trainee’.
Sutta tentang Seorang Pelatih
Sutta pendek ini menawarkan definisi yang jelas dan ringkas tentang apa artinya menjadi seorang pelatih dalam perjalanan spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjawab pertanyaan seorang bhikkhu dengan penjelasan yang lugas dan mendalam.
Seorang bhikkhu bertanya kepada Buddha tentang definisi 'seorang pelatih' (sekha). Buddha menjawab bahwa seseorang disebut pelatih karena ia berlatih dalam tiga latihan tertinggi: moralitas yang lebih tinggi, pikiran yang lebih tinggi, dan kebijaksanaan yang lebih tinggi. Sutta ditutup dengan syair tentang pengetahuan pertama yang muncul pada pelatih dan pengetahuan akhir yang menyusul.
“‘Sekho, sekho’ti, bhante, vuccati.
‘Seorang pelatih, seorang pelatih,’ Yang Mulia, demikianlah dikatakan.
“Sir, they speak of the one called ‘a trainee’.
Kittāvatā nu kho, bhante, sekho hotī”ti?
Sejauh apakah, Yang Mulia, seseorang disebut seorang pelatih?”
How is a trainee defined?”
“Sikkhatīti kho, bhikkhu, tasmā sekhoti vuccati.
“Ia berlatih, bhikkhu, oleh karena itu ia disebut ‘seorang pelatih’.
“They train, mendicant, that’s why they’re called ‘a trainee’.
Kiñca sikkhati?
Dan apakah yang ia latih?
What is their training?
Adhisīlampi sikkhati, adhicittampi sikkhati, adhipaññampi sikkhati.
Ia berlatih dalam moralitas yang lebih tinggi, berlatih dalam pikiran yang lebih tinggi, dan berlatih dalam kebijaksanaan yang lebih tinggi.
They train in the higher ethics, the higher mind, and the higher wisdom.
Sikkhatīti kho, bhikkhu, tasmā sekhoti vuccatīti.
Ia berlatih, bhikkhu, oleh karena itu ia disebut ‘seorang pelatih’.”
They train, that’s why they’re called ‘a trainee’.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.