Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.84
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menawarkan pandangan yang menenangkan bagi siapa pun yang merasa terbebani oleh banyaknya aturan atau detail. Mari kita simak bagaimana Buddha menyederhanakan latihan menjadi tiga pilar yang justru membawa pada kebebasan sejati.
Seorang bhikkhu dari suku Vajji mengaku tidak mampu berlatih dalam lebih dari seratus lima puluh aturan yang dibacakan setiap dua minggu. Buddha kemudian menawarkan tiga latihan inti—moralitas lebih tinggi, pikiran lebih tinggi, dan kebijaksanaan lebih tinggi—yang mampu dijalankan oleh bhikkhu tersebut. Dengan berlatih ketiganya, ia berhasil meninggalkan nafsu, kebencian, dan delusi, sehingga tidak lagi melakukan perbuatan tidak bermanfaat.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian, setelah beberapa waktu, bhikkhu itu berlatih dalam moralitas yang lebih tinggi, berlatih dalam pikiran yang lebih tinggi, dan berlatih dalam kebijaksanaan yang lebih tinggi.
After some time that monk trained in the higher ethics, the higher mind, and the higher wisdom.
Dengan berlatih dalam moralitas yang lebih tinggi, berlatih dalam pikiran yang lebih tinggi, dan berlatih dalam kebijaksanaan yang lebih tinggi, nafsu ditinggalkan, kebencian ditinggalkan, dan delusi ditinggalkan.
So rāgassa pahānā dosassa pahānā mohassa pahānā yaṁ akusalaṁ taṁ nākāsi, yaṁ pāpaṁ taṁ na sevīti.
Dengan meninggalkan nafsu, meninggalkan kebencian, dan meninggalkan delusi, ia tidak melakukan apa yang tidak bermanfaat, dan tidak mempraktikkan apa yang jahat.
Then he didn’t do anything unskillful, or practice anything bad.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.