‹
AN 3.77

Dutiyabhavasutta

Keberadaan Lanjutan (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.77

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog singkat namun mendalam antara Ānanda dan Buddha tentang hakikat keberadaan dan kelahiran kembali. Mari kita simak bagaimana Buddha menguraikan peran perbuatan, kesadaran, dan nafsu dalam membentuk alam-alam kehidupan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Ānanda bertanya kepada Buddha tentang apa yang dimaksud dengan 'keberadaan' (bhava). Buddha menjelaskan bahwa keberadaan muncul bergantung pada perbuatan (kamma), kesadaran (viññāṇa), dan nafsu keinginan (taṇhā), yang beroperasi dalam tiga alam: alam indria, alam berbentuk, dan alam tanpa bentuk. Dengan demikian, kelahiran kembali terjadi karena makhluk yang diselimuti ketidaktahuan dan terbelenggu oleh nafsu menetapkan kehendak dan keinginannya dalam salah satu alam tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.77:4.1

Arūpadhātuvepakkañca, ānanda, kammaṁ nābhavissa, api nu kho arūpabhavo paññāyethā”ti?

Jika, Ānanda, tidak ada perbuatan yang menghasilkan akibat dalam alam tanpa bentuk, apakah keberadaan dalam alam tanpa bentuk masih akan muncul?”

If there were no deeds to result in the formless realm, would continued existence in the formless realm still come about?”

an3.77:4.2

“No hetaṁ, bhante”.

“Tidak, Bhante.”

“No, sir.”

an3.77:4.3

“Iti kho, ānanda, kammaṁ khettaṁ, viññāṇaṁ bījaṁ, taṇhā sneho.

“Demikianlah, perbuatan adalah ladang, kesadaran adalah benih, dan nafsu adalah air.

“So, deeds are the field, consciousness is the seed, and craving is the moisture.

an3.77:4.4

Avijjānīvaraṇānaṁ sattānaṁ taṇhāsaṁyojanānaṁ paṇītāya dhātuyā cetanā patiṭṭhitā patthanā patiṭṭhitā evaṁ āyatiṁ punabbhavābhinibbatti hoti.

Kehendak dan keinginan makhluk-makhluk—yang diselimuti oleh ketidaktahuan dan terbelenggu oleh nafsu—ditegakkan dalam alam yang lebih tinggi. Demikianlah kelahiran kembali ke dalam keadaan eksistensi baru di masa depan terjadi.

The intention and aim of sentient beings—shrouded by ignorance and fettered by craving—is established in a higher realm. That’s how there is regeneration into a new state of existence in the future.

an3.77:4.5

Evaṁ kho, ānanda, bhavo hotī”ti.

Demikianlah, Ānanda, keberadaan itu terjadi.”

That’s how continued existence is defined.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.