Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.70
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah percakapan antara Buddha dan seorang umat awam perempuan bernama Visākhā tentang praktik Uposatha. Mari kita simak bagaimana Buddha menguraikan perbedaan antara sekadar menjalankan ritual, praktik yang keliru, dan praktik yang benar-benar memurnikan batin.
Visākhā, ibu Migāra, mendatangi Buddha pada hari Uposatha dan ditanya dari mana ia datang. Buddha kemudian menjelaskan tiga jenis Uposatha: Uposatha para penggembala sapi yang hanya memikirkan kenikmatan masa depan, Uposatha para Nigaṇṭha (Jain) yang ajarannya tidak konsisten dan penuh kepalsuan, serta Uposatha para mulia yang membersihkan pikiran melalui perenungan terhadap Buddha, Dhamma, Saṅgha, moralitas, dan para dewa, serta menjalankan delapan latihan. Buddha menegaskan bahwa Uposatha para mulia ini jauh lebih berbuah daripada kekuasaan atas enam belas negeri besar, karena dapat membawa kelahiran kembali di alam surga.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.70:34.1 Enam belas ratus tahun di alam manusia, Visākhā, adalah satu siang-malam bagi para dewa yang menguasai ciptaan makhluk lain.
an3.70:34.2 Tiga puluh malam demikian membentuk satu bulan.
an3.70:34.3 Dua belas bulan demikian membentuk satu tahun.
an3.70:34.4 Dengan tahun demikian, enam belas ribu tahun dewa adalah ukuran umur para dewa yang menguasai ciptaan makhluk lain.
an3.70:34.5 Mungkin saja, Visākhā, ada seorang perempuan atau laki-laki yang telah menjalankan uposatha dengan delapan faktor, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, akan terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang menguasai ciptaan makhluk lain.
an3.70:34.6 Inilah, Visākhā, yang kumaksud ketika kukatakan:
an3.70:34.7 ‘Kekuasaan manusia sungguh hina dibandingkan kebahagiaan para dewa.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.