Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato paṇḍito veditabbo.
Para bhikkhu, seorang bijaksana dapat dikenali melalui tiga hal.
An astute person is known by three things.
Sutta tentang Yang Tidak Terampil
Sutta ini sangat singkat namun padat. Mari kita renungkan bagaimana tiga pintu tindakan kita—tubuh, ucapan, dan pikiran—mencerminkan kebijaksanaan atau kebodohan kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bodoh dikenali melalui tiga hal: perbuatan tidak terampil melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Sebaliknya, seorang bijaksana dikenali melalui tiga hal: perbuatan terampil melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Sutta ini menekankan pentingnya melatih diri dalam kebajikan.
Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato paṇḍito veditabbo.
Para bhikkhu, seorang bijaksana dapat dikenali melalui tiga hal.
An astute person is known by three things.
Katamehi tīhi?
Apakah tiga hal itu?
What three?
Kusalena kāyakammena, kusalena vacīkammena, kusalena manokammena.
Perbuatan terampil melalui tubuh, ucapan, dan pikiran.
Skillful deeds by way of body, speech, and mind.
Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato paṇḍito veditabbo.
Para bhikkhu, inilah tiga hal yang dengannya seorang bijaksana dapat dikenali.
These are the three things by which an astute person is known.
Tasmātiha …pe….
Oleh karena itu, para bhikkhu, hendaknya kalian berlatih demikian …”
So you should train …”
Chaṭṭhaṁ.
Ke enam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.