Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.63
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali definisi 'kemewahan' dan 'kenyamanan' sejati. Melalui dialog dengan seorang brahmana, Sang Buddha menunjukkan bahwa kebahagiaan dan ketenangan sejati tidak berasal dari fasilitas duniawi, melainkan dari pengembangan batin yang mendalam.
Saat berkelana di negeri Kosala, Sang Buddha disambut oleh para brahmana dan perumah tangga desa Venāgapura. Brahmana Vacchagotta mengagumi kejernihan dan ketenangan Sang Buddha, lalu menduga Beliau pasti menikmati tempat tidur mewah. Sang Buddha menjawab dengan mengajarkan tiga 'tempat tidur tinggi dan mewah' sejati yang Beliau peroleh: jhāna (surgawi), empat brahmavihāra (brahma), dan kebebasan dari kekotoran batin (mulia).
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Tetapi apakah, Guru Gotama, tempat tidur brahma yang tinggi dan mewah itu, yang dapat Guru Gotama peroleh saat ini sesuka hati, tanpa kesulitan atau kesusahan?"
But what, worthy Gotama, is the divine high and luxurious bed?”
"Di sini, Brahmana, ketika aku berdiam dengan bertumpu pada suatu desa atau kota, pada pagi hari aku mengenakan jubah, membawa mangkuk dan jubahku, lalu memasuki desa atau kota itu untuk menerima dana makanan.
“Brahmin, when I am living supported by a village or town, I robe up in the morning and, taking my bowl and robe, enter the town or village for alms.
Rumput atau dedaunan apa pun yang ada di sana, kukumpulkan menjadi satu tumpukan, lalu aku duduk bersila, menegakkan tubuhku, dan menegakkan perhatian di depan.
I gather up some grass or leaves into a pile and sit down cross-legged, setting my body straight, and bringing mindfulness to the present.
Dengan pikiran yang dipenuhi cinta kasih, aku berdiam dengan meliputi satu arah, demikian pula arah kedua, demikian pula arah ketiga, demikian pula arah keempat. Demikian pula ke atas, ke bawah, ke samping, ke mana pun, ke seluruh dunia, aku berdiam dengan meliputi segala sesuatu dengan pikiran yang dipenuhi cinta kasih—yang melimpah, agung, tanpa batas, bebas dari kebencian dan niat jahat.
I meditate spreading a heart full of love to one direction, and to the second, and to the third, and to the fourth. In the same way above, below, across, everywhere, all around, I spread a heart full of love to the whole world—abundant, expansive, limitless, free of enmity and ill will.
I meditate spreading a heart full of compassion to one direction, and to the second, and to the third, and to the fourth. In the same way above, below, across, everywhere, all around, I spread a heart full of compassion to the whole world—abundant, expansive, limitless, free of enmity and ill will.
I meditate spreading a heart full of rejoicing to one direction, and to the second, and to the third, and to the fourth. In the same way above, below, across, everywhere, all around, I spread a heart full of rejoicing to the whole world—abundant, expansive, limitless, free of enmity and ill will.
Dengan pikiran yang dipenuhi keseimbangan batin, aku berdiam dengan meliputi satu arah, demikian pula arah kedua, demikian pula arah ketiga, demikian pula arah keempat. Demikian pula ke atas, ke bawah, ke samping, ke mana pun, ke seluruh dunia, aku berdiam dengan meliputi segala sesuatu dengan pikiran yang dipenuhi keseimbangan batin—yang melimpah, agung, tanpa batas, bebas dari kebencian dan niat jahat.
I meditate spreading a heart full of equanimity to one direction, and to the second, and to the third, and to the fourth. In the same way above, below, across, everywhere, all around, I spread a heart full of equanimity to the whole world—abundant, expansive, limitless, free of enmity and ill will.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.