“Acchariyaṁ, bho gotama, abbhutaṁ, bho gotama.
"Luar biasa, Guru Gotama! Menakjubkan, Guru Gotama!
“It’s incredible, worthy Gotama, it’s amazing!
Khotbah di Venāgapura
Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali definisi 'kemewahan' dan 'kenyamanan' sejati. Melalui dialog dengan seorang brahmana, Sang Buddha menunjukkan bahwa kebahagiaan dan ketenangan sejati tidak berasal dari fasilitas duniawi, melainkan dari pengembangan batin yang mendalam.
Saat berkelana di negeri Kosala, Sang Buddha disambut oleh para brahmana dan perumah tangga desa Venāgapura. Brahmana Vacchagotta mengagumi kejernihan dan ketenangan Sang Buddha, lalu menduga Beliau pasti menikmati tempat tidur mewah. Sang Buddha menjawab dengan mengajarkan tiga 'tempat tidur tinggi dan mewah' sejati yang Beliau peroleh: jhāna (surgawi), empat brahmavihāra (brahma), dan kebebasan dari kekotoran batin (mulia).
“Acchariyaṁ, bho gotama, abbhutaṁ, bho gotama.
"Luar biasa, Guru Gotama! Menakjubkan, Guru Gotama!
“It’s incredible, worthy Gotama, it’s amazing!
Ko cañño evarūpassa ariyassa uccāsayanamahāsayanassa nikāmalābhī bhavissati akicchalābhī akasiralābhī, aññatra bhotā gotamena.
Siapakah lagi yang dapat memperoleh tempat tidur yang tinggi dan mewah yang mulia seperti ini dengan mudah, tanpa kesulitan, tanpa hambatan, selain Guru Gotama?
Who but the worthy Gotama could get such a noble high and luxurious bed when he wants, without trouble or difficulty?
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.