Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.59
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan perbandingan dua pandangan dunia: tradisi Veda yang menekankan kelahiran dan hafalan, versus ajaran Buddha yang menekankan pengalaman langsung melalui meditasi. Perhatikan bagaimana Buddha mendefinisikan ulang istilah 'tevijja' dengan cara yang radikal namun tetap menghargai pertanyaan Jānussoṇi.
Brahmana Jānussoṇi mendatangi Buddha dan menyampaikan pandangan brahmana tentang 'penguasa tiga pengetahuan Veda' (tevijja), yang menekankan kelahiran, silsilah, dan penguasaan kitab suci. Buddha kemudian menjelaskan bahwa dalam disiplin Yang Mulia, seorang tevijja sejati adalah seorang bhikkhu yang melalui praktik meditasi mencapai tiga pengetahuan langsung: mengingat kehidupan lampau, melihat kematian dan kelahiran kembali makhluk, serta pengetahuan hancurnya kekotoran batin. Di akhir sutta, Jānussoṇi mengakui keunggulan ajaran Buddha dan menyatakan diri sebagai umat awam yang berlindung.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian brahmana Jānussoṇi mendatangi Bhagavā, mendekat, lalu saling bertukar sapa dengan Bhagavā. Setelah duduk di satu sisi, brahmana Jānussoṇi berkata kepada Bhagavā:
Then the brahmin Jānussoṇi went up to the Buddha, and exchanged greetings with him. Seated to one side he said to the Buddha:
"Yang Mulia Gotama, siapa pun yang memiliki korban, persembahan makanan untuk leluhur, hidangan nasi susu yang disiapkan untuk upacara keberuntungan, atau pemberian yang hendak diberikan, hendaknya memberikan dana itu kepada para brahmana yang menguasai tiga pengetahuan Veda."
“Worthy Gotama, whoever has a sacrifice, an offering of food for ancestors, a dish of milk-rice prepared for an auspicious ceremony, or a gift to give, should give it to the brahmins who have mastered the three Vedic knowledges.”
"Di sini, Yang Mulia Gotama, seorang brahmana terlahir baik dari kedua sisi, dari pihak ibu maupun pihak ayah, berasal dari keturunan yang murni, dengan silsilah yang tak terbantahkan dan tak tercela hingga tujuh generasi kebapakan. Ia seorang yang terpelajar, pengingat mantra, mahir dalam tiga Veda beserta kosakatanya dan tata cara ritualnya, fonologi dan klasifikasi katanya, serta kisah-kisah tradisional sebagai yang kelima. Ia menguasainya kata demi kata beserta tata bahasanya. Ia mahir dalam kosmologi dan tanda-tanda seorang manusia agung.
“Worthy Gotama, it’s when a brahmin is well born on both his mother’s and father’s side, stemming from a clean vessel, with irrefutable and impeccable genealogy back to the seventh paternal generation. He recites and remembers the hymns, and has mastered the three Vedas, together with their vocabularies and ritual performance, their phonology and word classification, and the testaments as fifth. He knows them word-by-word, and their grammar. He is well versed in cosmology and the marks of a great man.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.