Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.53
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita diajak untuk melihat bagaimana ajaran Buddha bukan sekadar keyakinan, melainkan sesuatu yang bisa dibuktikan sendiri. Perhatikan bagaimana Buddha menggunakan pengalaman sehari-hari tentang nafsu, kebencian, dan delusi untuk menjawab pertanyaan sang brahmana.
Seorang brahmana bertanya kepada Buddha tentang makna 'Dhamma yang terlihat langsung' (sandiṭṭhiko dhammo). Buddha menjawab dengan menunjukkan bahwa ketika seseorang dikuasai oleh nafsu, kebencian, atau delusi, ia cenderung menyakiti diri sendiri dan orang lain, serta tidak memahami kebaikan dirinya maupun orang lain. Sebaliknya, ketika ketiga akar batin yang tidak sehat ini telah ditinggalkan, seseorang tidak lagi berniat menyakiti, tidak mengalami penderitaan batin, dan memahami kebaikan dirinya serta orang lain sebagaimana adanya. Inilah Dhamma yang terlihat langsung, yang dapat diketahui sendiri oleh para bijaksana. Brahmana itu pun menyatakan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian seorang brahmana mendatangi Bhagavā, setelah mendekat, ia bertukar sapa dengan Bhagavā. Setelah duduk di satu sisi, brahmana itu berkata kepada Bhagavā:
Then a brahmin went up to the Buddha, and exchanged greetings with him. Seated to one side he said to the Buddha:
Sejauh apakah, Yang Mulia Gotama, Dhamma itu terlihat langsung, tidak bergantung pada waktu, mengundang untuk datang melihat, menuntun ke dalam, dan dapat diketahui sendiri oleh para bijaksana?”
In what way is the teaching apparent in the present life, immediately effective, inviting inspection, relevant, so that sensible people can know it for themselves?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.