‹
AN 3.50

Mahācorasutta

Khotbah tentang Pencuri Besar

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.50

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita sering mencari 'perlindungan' dari hal-hal eksternal untuk menutupi kesalahan kita. Mari kita simak bagaimana Buddha memetakan tiga perlindungan palsu ini dan apa konsekuensinya bagi seorang bhikkhu yang jahat.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha menggunakan perumpamaan seorang pencuri besar yang sukses karena mengandalkan tiga hal—tempat tidak rata, semak belukar lebat, dan orang berkuasa—untuk menggambarkan seorang bhikkhu jahat yang merusak dirinya sendiri. Bhikkhu jahat itu mengandalkan perbuatan tidak baik, pandangan salah, dan perlindungan dari penguasa. Sutta ini menekankan bagaimana ketiga faktor tersebut, alih-alih membuat sukses, justru membawa kehancuran dan celaan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.50:6.1

Kathañca, bhikkhave, pāpabhikkhu gahananissito hoti?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat bersandar pada semak belukar yang lebat?

And how does a bad mendicant rely on thick cover?

an3.50:6.2

Idha, bhikkhave, pāpabhikkhu micchādiṭṭhiko hoti, antaggāhikāya diṭṭhiyā samannāgato hoti.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat berpandangan salah, memiliki pandangan yang melekat pada pandangan ekstrem.

It’s when a bad mendicant has wrong view, he’s attached to an extremist view.

an3.50:6.3

Evaṁ kho, bhikkhave, pāpabhikkhu gahananissito hoti.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat bersandar pada semak belukar yang lebat.

That’s how a bad mendicant relies on thick cover.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.