an3.4:1.1 “Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo.
Kesalahan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita merespons kesalahan—baik yang kita lakukan maupun yang diakui orang lain. Ini adalah cermin sederhana namun tajam untuk menilai kedewasaan batin kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga tanda yang membedakan seorang bodoh dari seorang bijaksana, semuanya berkaitan dengan cara seseorang menghadapi kesalahan—baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain. Seorang bodoh tidak mengakui kesalahannya, tidak memperbaikinya, dan tidak menerima pengakuan kesalahan orang lain dengan baik. Sebaliknya, seorang bijaksana melihat kesalahan sebagai kesalahan, memperbaikinya sesuai Dhamma, dan menerima pengakuan kesalahan orang lain dengan lapang dada.
an3.4:1.1 “Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo.
an3.4:1.2 Katamehi tīhi?
an3.4:1.3 Accayaṁ accayato na passati, accayaṁ accayato disvā yathādhammaṁ nappaṭikaroti, parassa kho pana accayaṁ desentassa yathādhammaṁ nappaṭiggaṇhāti.
an3.4:1.4 Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato bālo veditabbo.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.