Tatheva sīlasampannaṁ,
Demikian pula, ketika kepala keluarga
So too, when the family head
Sutta Raja Gunung
Sutta yang singkat dan puitis ini mengajak kita merenungkan bagaimana pengaruh baik seorang individu, terutama dalam keluarga, dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan banyak orang. Perhatikan bagaimana perumpamaan alam yang sederhana digunakan untuk menggambarkan prinsip etika dan spiritual yang mendalam.
Buddha menggunakan perumpamaan pohon sal besar yang tumbuh subur karena bersandar pada Himalaya, raja pegunungan, untuk mengilustrasikan bagaimana sebuah keluarga dapat tumbuh dan berkembang ketika bersandar pada seorang kepala keluarga yang memiliki keyakinan, moralitas, dan kebijaksanaan. Syair penutup menggambarkan bagaimana teladan orang yang bermoral menginspirasi kerabat dan orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti jalan yang sama menuju kebahagiaan.
Tatheva sīlasampannaṁ,
Demikian pula, ketika kepala keluarga
So too, when the family head
saddhaṁ kulapatiṁ idha;
di sini bermoral dan berkeyakinan,
is ethical and faithful,
Upanissāya vaḍḍhanti,
dengan bersandar padanya, mereka tumbuh:
supported by them, they grow:
puttadārā ca bandhavā;
anak-anak, istri, dan sanak saudara;
children, partners, and kin,
Amaccā ñātisaṅghā ca,
para sahabat, kerabat, dan kaum keluarga,
colleagues, relatives,
ye cassa anujīvino.
dan mereka yang bergantung pada nafkah darinya.
and those dependent for their livelihood.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.