“Tīhi, bhikkhave, ṭhānehi kathā pavattinī hoti.
“Para bhikkhu, dalam tiga situasi pembicaraan mengalir.
“In three situations, mendicants, conversation flows.
Sutta Tentang Mengalirnya Pembicaraan
Sutta ini adalah salah satu khotbah singkat Sang Buddha tentang kondisi ideal untuk berdialog. Mari kita simak tiga situasi yang beliau sebutkan, yang mungkin juga relevan dalam percakapan kita sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga kondisi yang membuat sebuah pembicaraan Dhamma mengalir dengan baik. Ketiga kondisi tersebut berpusat pada pemahaman akan makna dan Dhamma itu sendiri, baik oleh pembabar maupun pendengar. Sutta ini menekankan bahwa percakapan yang bermakna membutuhkan pemahaman mendalam dari kedua belah pihak.
“Tīhi, bhikkhave, ṭhānehi kathā pavattinī hoti.
“Para bhikkhu, dalam tiga situasi pembicaraan mengalir.
“In three situations, mendicants, conversation flows.
Katamehi tīhi?
Apakah tiga itu?
What three?
Yo dhammaṁ deseti so atthappaṭisaṁvedī ca hoti dhammappaṭisaṁvedī ca.
Ketika yang membabarkan Dhamma memahami makna dan memahami Dhamma.
When the teacher understands the meaning and the teaching.
Yo dhammaṁ suṇāti so atthappaṭisaṁvedī ca hoti dhammappaṭisaṁvedī ca.
Ketika yang mendengarkan Dhamma memahami makna dan memahami Dhamma.
When the audience understands the meaning and the teaching.
Yo ceva dhammaṁ deseti yo ca dhammaṁ suṇāti ubho atthappaṭisaṁvedino ca honti dhammappaṭisaṁvedino ca.
Ketika baik yang membabarkan Dhamma maupun yang mendengarkan Dhamma, keduanya memahami makna dan memahami Dhamma.
When both the teacher and the audience understand the meaning and the teaching.
Imehi kho, bhikkhave, tīhi ṭhānehi kathā pavattinī hotī”ti.
Para bhikkhu, dalam ketiga situasi inilah pembicaraan mengalir.”
These are the three situations in which conversation flows.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.