Taṁ kissa hetu?
Mengapa demikian?
Why is that?
Catumahārājasutta — Empat Raja Besar (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana tindakan baik sehari-hari tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dipandang sebagai penjaga keseimbangan alam semesta. Perhatikan juga perbandingan halus antara nasihat dari makhluk yang masih memiliki kekotoran batin dengan nasihat dari seorang yang telah terbebaskan.
Sutta ini menjelaskan bagaimana para menteri, putra, dan keempat raja besar dari alam dewa Cātummahārājika berkeliling dunia pada hari-hari uposatha untuk mengamati perilaku manusia. Mereka memeriksa apakah manusia menghormati orang tua, para petapa dan brahmana, sesepuh keluarga, serta menjalankan uposatha dan melakukan kebajikan. Laporan mereka memengaruhi suasana hati para dewa Tāvatiṁsa, dan sutta ditutup dengan perbandingan antara syair Sakka, raja para dewa, dengan syair seorang Arahant yang telah bebas dari nafsu, kebencian, dan delusi.
Taṁ kissa hetu?
Mengapa demikian?
Why is that?
So hi, bhikkhave, bhikkhu vītarāgo vītadoso vītamoho”ti.
Karena bhikkhu itu telah bebas dari nafsu, kebencian, dan delusi.”
Because that mendicant is free of greed, hate, and delusion.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.