Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.34
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas batin menjadi sumber dari setiap tindakan. Perhatikan baik-baik dua perumpamaan benih yang dipakai Sang Buddha—satu menunjukkan pertumbuhan, yang lain menunjukkan pemutusan total.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga akar penyebab munculnya perbuatan (kamma): keserakahan, kebencian, dan delusi. Beliau juga mengajarkan tiga akar sebaliknya—ketidakserakahan, ketidakbencian, dan ketidakdelusian—yang menjadi sumber perbuatan baik. Dengan perumpamaan benih yang subur dan benih yang dibakar, Sang Buddha menunjukkan bagaimana perbuatan yang berakar pada kualitas batin yang baik dapat diputus hingga tidak lagi menghasilkan akibat di masa depan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Perbuatan apa pun, para bhikkhu, yang dilakukan karena ketidakbencian, lahir dari ketidakbencian, bersumber dari ketidakbencian, berasal dari ketidakbencian—ketika kebencian telah lenyap, maka perbuatan itu ditinggalkan, terpotong sampai ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
Any deed that emerges from love—born, sourced, and originated from love—is abandoned when hate is done away with. It’s cut off at the root, made like a palm stump, obliterated, and unable to arise in the future.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.