Tīṇimāni, bhikkhave, nidānāni kammānaṁ samudayāya.
Para bhikkhu, ada tiga sumber ini yang menyebabkan munculnya perbuatan.
Mendicants, there are these three sources that give rise to deeds.
Sutta Sumber-Sumber
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas batin menjadi sumber dari setiap tindakan. Perhatikan baik-baik dua perumpamaan benih yang dipakai Sang Buddha—satu menunjukkan pertumbuhan, yang lain menunjukkan pemutusan total.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga akar penyebab munculnya perbuatan (kamma): keserakahan, kebencian, dan delusi. Beliau juga mengajarkan tiga akar sebaliknya—ketidakserakahan, ketidakbencian, dan ketidakdelusian—yang menjadi sumber perbuatan baik. Dengan perumpamaan benih yang subur dan benih yang dibakar, Sang Buddha menunjukkan bagaimana perbuatan yang berakar pada kualitas batin yang baik dapat diputus hingga tidak lagi menghasilkan akibat di masa depan.
Tīṇimāni, bhikkhave, nidānāni kammānaṁ samudayāya.
Para bhikkhu, ada tiga sumber ini yang menyebabkan munculnya perbuatan.
Mendicants, there are these three sources that give rise to deeds.
Katamāni tīṇi?
Apakah tiga itu?
What three?
Alobho nidānaṁ kammānaṁ samudayāya, adoso nidānaṁ kammānaṁ samudayāya, amoho nidānaṁ kammānaṁ samudayāya.
Ketidakserakahan adalah sumber yang menyebabkan munculnya perbuatan, ketidakbencian adalah sumber yang menyebabkan munculnya perbuatan, ketidakdelusian adalah sumber yang menyebabkan munculnya perbuatan.
Contentment, love, and understanding are sources that give rise to deeds.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.