Ādiṁ kathāya majjhañca,
ia tidak mampu mempelajari awal, tengah,
such a person can’t learn
Sutta Terbalik
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita sendiri mendengarkan dan menyerap ajaran. Perhatikan tiga perumpamaan sederhana tentang kendi dan makanan di pangkuan—mungkin Anda akan menemukan cermin diri Anda di salah satunya.
Sutta ini mengajarkan tentang tiga tipe individu berdasarkan cara mereka mendengarkan dan mengingat Dhamma. Ada yang kebijaksanaannya 'terbalik' karena tidak menangkap apa pun, ada yang 'di pangkuan' karena hanya mengingat saat mendengar tetapi melupakannya setelahnya, dan ada yang 'luas' karena mampu menangkap, mengingat, dan mempraktikkan ajaran dengan baik.
Ādiṁ kathāya majjhañca,
ia tidak mampu mempelajari awal, tengah,
such a person can’t learn
pariyosānañca tādiso;
dan akhir dari pembicaraan;
the beginning, middle, or end
Uggahetuṁ na sakkoti,
ia tidak dapat menangkapnya,
of the discussion,
paññā hissa na vijjati.
karena kebijaksanaannya tidak ada.
for their wisdom is lacking.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.