‹
AN 3.2

Lakkhaṇasutta

Sutta tentang Ciri-ciri

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai seseorang—bukan dari penampilan atau reputasi, melainkan dari tindakan nyata. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merumuskan tiga ciri sederhana namun mendalam ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bodoh dan seorang bijaksana masing-masing dapat dikenali melalui tiga hal: perbuatan buruk atau baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Beliau menekankan bahwa kebijaksanaan tampak dalam jejak perbuatan seseorang, dan mengajak para bhikkhu untuk berlatih menghindari tiga hal yang menandai kebodohan serta menjalankan tiga hal yang menandai kebijaksanaan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.2:1.1

“Kammalakkhaṇo, bhikkhave, bālo, kammalakkhaṇo paṇḍito, apadānasobhanī paññāti.

“Para bhikkhu, orang bodoh ditandai oleh perbuatannya, dan orang bijaksana ditandai oleh perbuatannya; kebijaksanaan bersinar dalam jejaknya.

“A fool is characterized by their deeds, and an astute person is characterized by their deeds, for wisdom shines in its traces.

an3.2:1.2

Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo.

Para bhikkhu, seorang bodoh harus dikenali melalui tiga hal.

A fool is known by three things.

an3.2:1.3

Katamehi tīhi?

Apakah tiga hal itu?

What three?

an3.2:1.4

Kāyaduccaritena, vacīduccaritena, manoduccaritena.

Perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran.

Bad conduct by way of body, speech, and mind.

an3.2:1.5

Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato bālo veditabbo.

Para bhikkhu, inilah tiga hal yang dengannya seorang bodoh dapat dikenali.

These are the three things by which a fool is known.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.